Cara Efektif Agar Bisnis Tetap Bertahan di Masa Deflasi

Bisnis Tetap Bertahan

Cara Efektif Agar Bisnis Tetap Bertahan di Masa DeflasiBelakangan ini banyak sekali isu-isu global yang banyak bersliweran di jagat dunia maya. Dari layoff, deflasi, resesi dan lain lain mungkin diantara kita yang menganggap semua itu tidak penting ada yang menganggapnya begitu penting. Apabila dipikir-pikir menurutku itu kembali lagi ke perspektif dari setiap individu.

Apakah efek dari pandemi sebegitu chaosnya dalam semua aspek lini kehidupan ini. Ada yang mengalami sepinya berjualan dari hari biasanya, namun ada saja tetap stabil dalam hal closingan. Jika ditarik benang merah ya semua itu kembali ke rejeki masing-masing orang. Namun setelah saya amati dari beberapa banyak kasus di lapangan memang banyak yang mengalami penurunan angka penjualan mereka.

Yang saya alami sendiri beberapa waktu belakangan ini memang angka penjualan tidak begitu ramai seperti pada kuartal 1 dan 2, dalam benak pikiranku mungkin ada yang salah selama berjualan, mungkin dari segi harga maupun mungkin kalimat iklan yang kurang mengandung unsur teknik copywriting sehingga berakibat ke konsumen dalam serapan produk ataupun layanan yang sedang aku tawarkan ke beberapa platform sosial media.

Tidak dapat dipungkiri perilaku konsumen di akhir tahun ini sungguh berbeda. Ada beberapa case terjadi di lapangan yang cukup menjadikan itu anomali/keanehan, seperti larisnya boneka labubu, tiket konser ludes dalam jangka waktu singkat, ditambah lagi kemunculan gadget terbaru berupa iphone besutan apple yakni berupa iphone 16 yang membuat terheran-heran banyak orang malah melakukan pre order.

Apabila dikaji secara ilmiah dengan ilmu ekonomi seharusnya pada fase kondisi ini perputaran cash flow semua melambat secara garis besar. Akan tetapi malah beberapa kondisi terjadi sebaliknya. Bisa ditebak tidak semua kalangan dapat membeli barang-barang branded ini disaat ekonomi global secara keseluruhan sedang struggle.

Adanya fenomena ini beberapa para ahli diprediksi akan normal berakhir pada tahun depan. Dengan adanya kasus sedemikian rupa tentunya ada beberapa solusi yang bisa diaplikasikan oleh beberapa pelaku bisnis termasuk saya sendiri diantaranya sebagai berikut ini:

1. Jangan terlalu banyak mengambil margin laba pada produk

Ada sebagian besar pelaku yang saking sepinya berjualan, lantas kemudian mereka menjual produk mereka dengan harga yang lumayan tinggi. Namun hal tersebut malah menjadikan konsumen enggan untuk membeli produk, alih alih kita menaikkan angka laba dan perputaran cash flow pada sistem bisnis kita.

Maka dari itu sebaiknya kita memberikan profit yang wajar tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil sehingga para calon konsumen dan pelanggan setia tetap terus menggunakan produk yang kita jual. Dengan demikian bisnis kita bisa tetap bertahan di fase-fase ini tanpa harus khawatir akan terjadinya bangkrut di kemudian hari.

2. Perbanyak jaringan/relasi antar sesama pelaku bisnis

Dengan memperbanyak jaringan antar sesama pelaku bisnis, produk kita akan lebih dikenal oleh orang. Dan secara tidak langsung brand awareness kita akan terbentuk dengan sendirinya.

Membangun dan memperbanyak jaringan koneksi antar sesama pelaku bisnis menjadi suatu langkah penting dalam mengembangkan usaha di fase deflasi ini. Dengan memiliki jaringan yang luas, pelaku bisnis dapat lebih mudah mengakses informasi terkini, peluang untuk berkolaborasi, sampai kesempatan untuk meningkatkan pemasaran produk atau layanan mereka.

Interaksi yang terjalin melalui koneksi ini memungkinkan terjadinya pertukaran ide, pengalaman, dan strategi bisnis yang bisa memberikan perspektif baru dan inovatif bagi masing-masing pihak.

Di samping itu, dalam membangun jaringan yang kuat memungkinkan para pelaku bisnis untuk lebih mudah mendapatkan referensi atau rekomendasi dalam mencari investor, mitra, atau bahkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan bisnis kita.

Selain itu, memiliki jaringan koneksi yang luas dan saling mendukung bisa mempercepat proses pertumbuhan sistem usaha dan memperkuat kehadiran di pasar. Pelaku bisnis bisa saling berbagi informasi mengenai tren industri, regulasi, atau inovasi yang sedang berkembang, sehingga mereka lebih siap dan tanggap dalam menghadapi tantangan pasar.

3. Saling mempromosikan produksi sesama rekan (ada komitmen)

Saling mempromosikan produk rekan bisnis adalah strategi efektif yang menguntungkan kedua belah pihak, terutama apabila dilakukan berlandaskan komitmen dan konsisten. Dengan saling mempromosikan produk, para pelaku bisnis bisa menjangkau pasar yang lebih luas melalui audiens rekan mereka, memperluas kesadaran merek, serta membangun reputasi positif di mata pelanggan.

Komitmen dalam kerja sama ini memastikan bahwa teknik promosi ini bukan hanya dilakukan secara sporadis, akan tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang yang memperkuat hubungan dan saling menguntungkan antara dua pihak.

Bentuk kerja sama promosi ini juga membantu memperkuat loyalitas di antara para pelaku bisnis, yang bersama-sama membangun jaringan bisnis yang solid. Melalui dukungan promosi ini, mereka bisa memperluas peluang bisnis serta meningkatkan daya saing tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk beriklan atau kampanye pemasaran lainnya.

Dengan adanya jalinan komitmen, kedua belah pihak memastikan bahwa promosi dilakukan secara profesional serta berkelanjutan, sehingga tercipta suatu hubungan yang saling mempercayai dan berkelanjutan di pasar yang semakin kompetitif ini.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Efektif Agar Bisnis Tetap Bertahan di Masa Deflasi"

Post a Comment